Bondowoso — Dalam upaya meningkatkan pemahaman politik dan kesadaran demokrasi di kalangan pelajar, SMA NEGERI TAMANAN menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Membangun Generasi Z yang Cerdas Politik dan Sadar Demokrasi” pada Selasa, 19 Mei 2026 bertempat di aula sekolah. Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan Bakesbangpol Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ahmad, SH CGCAE selaku Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bondowoso. Turut hadir pula Kepala SMA NEGERI TAMANAN, Heri Setyohadi, S. Pd, M. Pd, beserta dewan guru dan peserta didik yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Miarti, SPd selaku Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bondowoso, M. Andri Yulianto, S.Sos selaku Komisioner KPU Kabupaten Bondowoso, serta M. Hasyim selaku Komisioner Bawaslu Kabupaten Bondowoso.
Acara diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri Tamanan, Heri Setyohadi, S. Pd, M. Pd. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius dan penuh perhatian. Menurutnya, pemahaman politik dan demokrasi sangat penting dimiliki generasi muda sebagai bekal menjadi warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Anak-anak harus mampu memahami proses demokrasi dengan baik serta memiliki sikap kritis terhadap berbagai persoalan bangsa,” pesannya di hadapan peserta kegiatan.
Selanjutnya, Ahmad, SH CGCAE dalam sambutannya menekankan pentingnya mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Ia menyampaikan bahwa pelajar saat ini merupakan calon pemimpin masa depan yang harus dibekali wawasan kebangsaan, politik, dan demokrasi sejak dini.
“Kecerdasan politik tidak hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga bagaimana generasi muda mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan aktif berkontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.
Memasuki sesi materi, masing-masing narasumber memberikan pemaparan sesuai bidangnya. Miarti, SPd menjelaskan peran dan fungsi DPRD sebagai lembaga legislatif yang memiliki tugas pembentukan peraturan daerah, pengawasan, serta penganggaran demi kepentingan masyarakat.
Sementara itu, M. Andri Yulianto, S.Sos memaparkan secara teknis proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah, mulai dari tahapan pemilu hingga pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah secara demokratis.
Adapun M. Hasyim menyoroti bahaya politik uang yang dapat merusak kualitas demokrasi. Ia mengajak para siswa untuk menjadi generasi yang berani menolak praktik-praktik politik yang tidak sehat.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika memasuki sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pemilu, demokrasi, hingga peran generasi muda dalam menjaga kehidupan politik yang sehat.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri Tamanan berharap para siswa tidak hanya memahami teori politik dan demokrasi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi penerus bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar