Gandeng Dinas Kominfo, SMAN Tamanan Selenggarakan Sosialisasi Literasi Digital dan Keamanan Informasi

 Tamanan – SMAN Tamanan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter dan kecakapan digital peserta didik melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Edukasi Literasi Keamanan Informasi dengan Bijak dalam Bermedia Sosial” yang dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026 pukul 08.30 WIB di Aula SMAN Tamanan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMAN Tamanan dengan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bondowoso. Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kominfo Kabupaten Bondowoso, Polres Bondowoso, dan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Bondowoso. Peserta kegiatan merupakan siswa dan siswi kelas X SMAN Tamanan.

Acara diawali dengan sambutan Kepala SMAN Tamanan, Heri Setyohadi, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya literasi digital bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Menurutnya, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang publik yang harus digunakan secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif. Karena itu, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada siswa agar mampu memahami etika, keamanan, serta dampak hukum dalam aktivitas digital.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap dalam menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan etika dalam bermedia sosial. Siswa harus mampu memanfaatkan media digital untuk hal-hal positif dan produktif,” ungkapnya.

Usai sambutan kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bondowoso, Dwi Kuswantoro, ST., MM. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa edukasi literasi digital sangat penting untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap keamanan informasi di era digital.

Ia menyampaikan bahwa perkembangan media sosial memberikan banyak manfaat, namun juga memiliki risiko apabila digunakan tanpa pemahaman yang baik. Ancaman seperti penyebaran hoaks, penipuan digital, kebocoran data pribadi, hingga cyberbullying menjadi tantangan yang harus dipahami generasi muda.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga keamanan informasi serta membangun budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh narasumber dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Bondowoso, Catur Sulistiorini, S.IP. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya digital ethics atau etika digital dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, etika bermedia sosial mencakup cara berkomunikasi yang santun, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, tidak melakukan ujaran kebencian, serta menghormati privasi orang lain di ruang digital.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap aktivitas di internet meninggalkan jejak digital yang dapat berdampak pada masa depan seseorang.

“Media sosial harus digunakan secara cerdas dan bertanggung jawab. Apa yang diunggah hari ini dapat menjadi rekam jejak digital yang akan terus tersimpan,” ujarnya di hadapan peserta.

Selain membahas etika digital, peserta juga diberikan pemahaman mengenai digital skill atau keterampilan digital. Digital skill merupakan kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif dan kreatif, seperti membuat konten edukatif, memahami keamanan akun digital, memanfaatkan aplikasi pembelajaran, hingga menggunakan media sosial sebagai sarana pengembangan usaha dan kreativitas.

Sementara itu, narasumber dari Polres Bondowoso memberikan edukasi terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam materi tersebut dijelaskan berbagai bentuk pelanggaran digital yang dapat dikenai sanksi hukum, seperti penyebaran berita bohong, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, hingga penipuan online.

Peserta juga diberikan contoh kasus yang sering terjadi di masyarakat agar para siswa lebih memahami dampak hukum dari penggunaan media sosial yang tidak bijak.

Tidak hanya membahas sisi negatif, narasumber dari Dinas Kominfo Kabupaten Bondowoso juga mengajak siswa melihat peluang positif dari perkembangan dunia digital. Media sosial dinilai mampu menjadi sarana produktif untuk menghasilkan pendapatan melalui berbagai platform digital seperti Shopee AffiliateTikTok Affiliate, pemasaran digital, hingga pembuatan konten kreatif.

Para siswa didorong untuk memanfaatkan teknologi sebagai media belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri secara positif.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti materi dan sesi diskusi bersama para narasumber. Melalui kegiatan ini, SMAN Tamanan berharap peserta didik mampu menjadi generasi yang cerdas secara digital, memiliki etika dalam bermedia sosial, serta mampu memanfaatkan teknologi informasi secara bijak dan bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar