SMAN Tamanan Peringati Hari Santri Nasional dengan Istigasah dan Ragam Lomba Keagamaan
TAMANAN — SMAN Tamanan memperingati Hari Santri Nasional pada Selasa (22/10) dengan menggelar serangkaian kegiatan religius. Kegiatan dipusatkan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan istigasah bersama. Suasana berlangsung khidmat dan tertib. Lantunan doa dan dzikir dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam, disusul pembacaan doa. Aula sekolah yang biasanya dipakai untuk kegiatan akademik, pagi itu berubah menjadi ruang spiritual yang penuh kekhusyukan.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN Tamanan Heri Setyohadi, S. Pd, M. Pd menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri bukan hanya agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk menghadirkan nilai-nilai kepesantrenan dalam ruang pendidikan umum. “Semangat santri — disiplin, adab, dan kecintaan terhadap ilmu — perlu dibawa oleh pelajar ke dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dalam sambutan.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan beberapa perlombaan bernuansa islami. Tiga cabang lomba diselenggarakan, yakni lomba pidato, lomba adzan, dan lomba kaligrafi. Masing-masing lomba diikuti oleh siswa perwakilan dari tiap kelas. Antusiasme tampak dari banyaknya peserta serta dukungan rekan-rekan sekelas yang hadir memberikan semangat.
Pada lomba pidato, peserta diminta menyampaikan pidato bertema keislaman secara lugas dan percaya diri. Pada lomba adzan, penilaian berfokus pada kaidah bacaan dan kemerduan suara. Sementara pada lomba kaligrafi, peserta menunjukkan kreativitas dalam merangkai ayat Al-Qur’an pada media kertas dengan estetika huruf Arab.
Melalui peringatan Hari Santri ini, pihak sekolah berharap kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan tahunan, melainkan juga menjadi sarana penanaman nilai religius, pembiasaan karakter positif, serta penguatan identitas pelajar yang berakhlak. “Kami ingin siswa merasakan bahwa nilai keislaman bukan hanya diajarkan, tetapi juga dihayati dan dipraktikkan,” tambah salah satu guru pembimbing kegiatan.
Dengan demikian, Hari Santri di SMAN Tamanan tahun ini tidak hanya menorehkan catatan kegiatan, tetapi juga meninggalkan pesan: spirit santri relevan dan hidup di setiap ruang pendidikan, termasuk di sekolah umum. (Dr99)

0 Komentar